PENGARUH SELF ASSESSMENT SYSTEM, PEMERIKSAAN PAJAK, PENAGIHAN PAJAK DAN INFLASI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA KPP PRATAMA SURABAYA KARANGPILANG

Marlyanti, Nindita Dwi (2020) PENGARUH SELF ASSESSMENT SYSTEM, PEMERIKSAAN PAJAK, PENAGIHAN PAJAK DAN INFLASI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA KPP PRATAMA SURABAYA KARANGPILANG. Skripsi thesis, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

[thumbnail of 1. Halaman Depan.pdf] Text
1. Halaman Depan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution No Derivatives.

Download (950kB)
[thumbnail of 2. Abstrak.pdf] Text
2. Abstrak.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution No Derivatives.

Download (165kB)
[thumbnail of 3. BAB I .pdf] Text
3. BAB I .pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution No Derivatives.

Download (154kB)
[thumbnail of 8. Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf] Text
8. Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution No Derivatives.

Download (3MB)
Official URL: https://unipasby.ac.id/

Abstract

Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan
pajak atas konsumsi barang dan jasa yang terdapat didalam
daerah pabean untuk memutus mata rantai jalur produksi dan
distribusi. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengukur
Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam penelitian ini
adalah Self Assessment System, Pemeriksaan Pajak, Penagihan Pajak dan Inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Self Assessment System, Pemeriksaan Pajak, Penagihan Pajak dan Inflasi Terhadap Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Pada KPP Pratama Surabaya Karangpilang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan dari KPP
Pratama Surabaya Karangpilang yaitu laporan Penerimaan Pajak
Pertambahan Nilai (PPN), SPT Tahunan, Surat Ketetapan Pajak
(SKP) yang berupa jumlah Surat Tagihan Pajak (STP) serta data
tertulis berupa laporan tingkat inflasi yang tercatat di Bank
Indonesia (BI). Model analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah uji asumsi klasik, regresi linier berganda dan
menggunakan uji-t. Populasi penelitian ini adalah Wajib Pajak
badan pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surabaya
Karangpilang Periode 2015-2018. Hasil dari uji-t pada variabel
pertama yaitu Self Assessment System diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,811 karena (0,811 > 0,05) maka Self Assessment System tidak berpengaruh terhadap penerimaan PPN. Pada variabel kedua yaitu Pemeriksaan Pajak diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,196 karena (0,196 > 0,05) maka Pemeriksaan Pajak tidak berpengaruh terhadap penerimaan PPN. Variabel ketiga yaitu Penagihan Pajak diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,012 karena (0,012 < 0,05) maka Penagihan Pajak berpengaruh terhadap
penerimaan PPN. Sedangkan hasil dari variabel keempat yaitu
Inflasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,603 karena (0,603 >0,05) maka Inflasi tidak berpengaruh terhadap penerimaan PPN. Kata Kunci: Penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Self Assessment System, Pemeriksaan Pajak, Penagihan Pajak dan Inflasi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) > Akuntansi
Depositing User: Guruh Fitriawan PERPUS
Date Deposited: 05 Jul 2023 04:28
Last Modified: 05 Jul 2023 04:33
URI: https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/4256

Actions (login required)

View Item
View Item